Berpasang-pasangan seperti kasut

Allah menjadikan manusia berpasang-pasangan. Kasut pun sepasang.
Beberapa perkara sudah berlaku pada tahun 2010. Saya ingatkan cukuplah. Tinggallah kenangan perkara pahit-pahit itu pada 2010. Tidak suka mendengar perkara begitu lagi berlaku pada keluarga atau orang-orang yang saya kenali.

Kalau satu kasut kita hilang- digigit anjing atau terjatuh di longkang atau et cetera, tentu kita lihat kasut yang sebelah lagi tu tak berguna dan kesian kan? kesian.

Tapi kalau manusia? Tak perlu pasangan kasutnya terjatuh atau kehilangan, dia sendiri mencari pasangan lain. hm. Sebab pemasangan manusia tidak seperti pemasangan kasut, seiras dan sama. Pasangan manusia ; lelaki dan perempuan tidak perlu serupa. Asal suka-sama suka, ON.

Sebel. Kamu tahu tak saya sebel ?

Takut. Risau. Semalam kita happy, hari ini kita riang. Esok lusa siapa tahu ?
Disitulah tempat kita letakkan tawakkal. Sesuatu yang kita tidak tahu dan bakal tahu. Kita bertawakal padaNYA atas segala yang berkemungkinan berlaku.

Bila berlaku perkara-perkara yang Allah halalkan tapi ia sangat dibenci oleh Nya ini, banyak pertalian terputus. Banyak prasangka, ungkitan, benci, dendam dan kesal.

Bilalah berakhir.

Teringat lagu Casey - Jangan ada benci


Andainya ada di antara kita nanti
Berubah hala serta memungkiri janji
Jangan ada benci
Suka dan duka dilalui
Jadikan kenangan di sudut hati

Andainya cita-cita tidak kesampaian
Ikatan murni terputus di pertengahan
Jangan dikesalkan
Jangan lantaran kegagalan
Kita berdendam saling bermusuhan

Ungkit-mengungkiti
Sakit-menyakiti
Memusnahkan diri

Kita harus tabah dan bersedia
Cekal hadapi kemungkinan yang tiba
Kadangkala yang berlaku
Di luar kemahuan kau dan aku

---

Nota kaki :

1.Hujan di luar rumah saya. Gerimis jua di hati saya bila teringat perkara yang saya tak suka.

2.Apa bila berlaku perkara yang menyedihkan pada seseorang, dan kamu ketawa, nampak sangat kamu benci pada nya. Sesungguhnya setiap apa yang Allah perlihatkan pada kita, adalah iktibar dan teladan untuk jadi renungan bersama. Bukan untuk dihina, diungkit, dikata. Kalau mampu kita bantu, kita bantu. Kalau tidak, apa kata kita diam dan berdoa pada Nya agar yang ditimpa ujian itu bakal kuat, bakal berdiri semula, bakal melihat pelangi. Mungkin esok lusa, kita mendapat balik doa-doa kita...
Ya Allah , Kau berikan aku dan suami ku kekuatan untuk selalu cinta pada MU, untuk selalu menghindar godaan syaitan dan saling mencintai di antara kami untuk Mu Ya Allah. Ya Allah, lindungi kami, ampuni dosa-dosa kami dan lindungi dan ampuni jua keturunan kami. Amin.

6 comments

azieazah said...

Atas sebab itulah kita kena redha, dan bersyukur wpun sering diuji diduga.
Usah diingat lagi yang sudah lepas, pandang ke hadapan dgn positif.

Buang rasa kecewa dan paling utama jangan berdendam.

Ceriakan hati, kerana kita sentiasa menjadi penting kepada setiap orang di sekeliling kita.
Moga terus tabah...

Kujie said...

Kena tanam kuat-kuat dalam diri - kebergantungan kita pada Allah. Kalau kita yakin dan percaya hanya DIA satu² yang Maha Mengetahui dan Sebaik² Perancang, kita akan redha.

Yan said...

Segala - galanya di tangan ALLAH..kita kan perancang nya aje..

Effa Sahat said...

Kak azie, kak Jie, dan Kak Yan .

Terima kasih atas komentar kakak2 sekalian.

Saya cuma terkenang nasib orang2 disekeliling yang dirundum ujian demi ujian. Rasa insaf atas segala kejadian. Pasti ada hikmah. Pasti ada mesej yang Allah cuba sampaikan.

Berdoa berdoa berdoa dan bertawakkal.

♥Leily|Ummi Alya Husna♥ said...

"Sebelum
Allah hendak memberikan kenikmatan...
DIA akan memberikan ujian demi
ujian & dugaan demi dugaan kepada hambanya" (Dato' Dr. Fadzilah
Kamsah)

Effa, itulah kata² semangat yg i salu pegang time 'down'...

Effa Sahat said...

thanks leily..

gonna keep going.. life must move on...