Pilihan

Hari ni saya rasa nak membebel. So, please bear with me. 

Ada masa kita di suruh untuk memilih. Memilih baju, makanan, pasangan, kereta, pilih kawan, macam-macam. Tapi ada masanya kita tidak ada pilihan. Apa yang ada di depan mata itulah yang kita ada. Itulah hak kita. Dan seharusnya kita belajar untuk bersyukur. 

Bagaimana pula ada 2 pilihan tapi, kedua-dua nya sangat terbaik. Susah untuk diputuskan. Jadi, kita pilih kedua-duanya dan kita tidak pilih mana-mana. Tidak terikat pada satu keputusan. Kekadang kita begini. Kekadang kita begitu.

Sebab tidak semua yang betul, betul sepenuhnya. Tidak semua yang salah, salah sepenuhnya. Semuanya ada kelemahan dalam percaturan. Tidak ada yang sempurna. Hanya Dia yang memiliki kesempurnaan. Kita, manusia hanya sekadar - manusia biasa.


Dan ada juga masanya kita tiada pilihan, dan hanya melihat ilusi indah itu berlalu tapi tidak mampu kita gapai atau miliki. Mungkin kita pernah memiliki itu, tapi ia sudah dilepaskan begitu saja. Dipegang penuh duri, dilepas, tak sampai di hati. Tangan sudah bernanah, rindu sudah melayu. Terbaik, kiita biarkan saja ia berlalu. 


Tapi kali ini, saya mampu untuk punya kedua-duanya. Tapi bukan sepenuhnya. Kena pandai curi selang masa. Bak kata orang tua dulu-dulu, "pandai-pandai bawa diri"...

ps: saya sudah menua (baca:tua). terpaksa berkias ketika berbicara. 

No comments