Jauh di sudut hati..

(mood: poyo, kalau baca tak fhm diatas kerugian sendiri)

Assalamualaikum ...


terindah. 

Macam-macam berlegar dalam fikiran. Tapi susahnya nak dikeluarkan dari benak ni. Nak menyusun kata-kata supaya kalau dibaca tidak teruk sangat bunyinya. Banyak hati nak dijaga, kadang terfikir why should i shout all this crap in my lovely blog. Sian blog. Menanggung rasa yang tidak pernah puas. Tidak redha. Tidak pasrah dengan apa yang berlaku dalam hidup ini.


#berat bunyinya.


Memang berat. Melibatkan kenangan yang terlalu indah untuk dilepaskan. Melibatkan masa depan yang terlalu samar untuk tafsir. Melibatkan hati orang-orang yang sangat penting dalam hidup. Mereka yang menjadi tulang belakang jatuh dan bangunnya kehidupan lalu. Mereka yang menjadikan hari ku hari ini hari-hari yang membahagiakan.


Suami kata saya terlalu beremosi. Terlalu hidup dalam hidup lampau yang "tak guna disesalkan". Sebab sifatnya kehidupan bukan semua dalam ketentuan dan pilihan kita sendiri.


Ada ketika (most of ketika), we just have to accept without understand. Tapi untuk menerima tanpa memahami kenapa ia terjadi, bukan senang. Untuk redha dan sedapkan rasa, "semua berlaku ada hikmahnya". RahsiaNya, siapa pun tidak tahu. Dia Maha Teliti dalam perancangan. Ya Allah, jangan biarkan aku yang menentukan hidupku ini.. Kau jagalah aku dan keluargaku dan jalan biarkan kami sedetik pun sendiri menghadapi hari hari ini..."


Bila kita melihat seseorang tu, jangan kita menilai atau menghakimi dirinya. Mungkin kita kenal dia baru setahun atau dua, tapi dirinya sudah terbentuk sejak lahir lagi. Siapa ibunya, ayahnya, adik beradiknya, kawan-kawannya, guru-guru nya, kehidupan lamanya adalah "dia" yang kamu lihat hari ini. Mungkin sudah berubah, tapi cara dia berfikir akan tetap terpengaruh dengan apa yang dia lalui selama hidupnya sebelum kamu kenali dia...



Teringin - Versi saya

Sesekali ku terasa teringin
melewati hati mu dingin
mendengar keluh resah
semenjak kau kehilangan nya

tiap kali ku cuba hampiri
makin deras degup jantung ini
di ranjang ruang kian sepi
ku sendiri

sesunggunya tewas menghadapi
malah ku akui sepi menghantui
paling tidak , berilah peluang ku berterus terang

ada kala ku rasa teringin bermesra dengan mu
bagai waktu dulu
tapi bilakah semua ini akan jadi pasti
bukan lagi mimpi

kasihani diriku...

aku adik ipar dengan airmata
bukan untuk meminta simpati
sekadar melepaskan rasa hati.

--